SEMINAR DISEMINASI FEB UDINUS BAHAS MODEL UNTUK TINGKATKAN KINERJA PEMASARAN


Terus tingkatkan iklim akademik yang bermutu baik, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang secara rutin gelar Seminar Diseminasi. Seminar itu memaparkan hasil penelitian dosen yang dilakukan secara daring pada Jumat, 19 November 2021.
 
Diseminasi yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting kali ini diisi oleh tiga pembicara, yaitu dua dosen Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen Udinus Dr. Mahmud, SE, MM., dan Dr. Hendrik Heri Sandi, SPd, MM. Serta dosen Prodi S-1 Akuntansi Udinus yakni Agung Prajanto, SE., M.Si., Ak., CA., CPA. Dengan dimoderatori oleh Foza Hadyu Hasanatina SE, M.Sc selaku dosen Prodi S-1 Manajemen Udinus. 
 
Ketiga dosen tersebut memaparkan penelitiannya masing-masing dalam kurun waktu 30 menit, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Diikuti oleh kurang lebih 80 peserta yang merupakan dosen serta mahasiswa di lingkungan FEB Udinus. Seluruh peserta terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para pembicara. 
 
Dr. Mahmud, SE, MM., sebagai pembicara pertama memaparkan penelitian mengenai keunggulan memposisikan atribut budaya khas daerah, sebagai model untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Penelitian tersebut berdasarkan fenomena pengukuhan batik sebagai warisan budaya tetapi masih minimnya minat dari generasi muda. Sehingga tidak adanya perkembangan terhadap industri batik dan mengakibatkan fluktuasi.
 
“Adanya gejala yang mengakibatkan harga batik tidak stabil menjadi topik permasalahan yang menarik. Dari situ kami berusaha menjawab metode apa yang sesuai untuk membangun kapabilitas inovasi dari suatu perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja pemasaran dan mencegah fluktuasi,” jelasnya.
 
Penelitian tersebut diambil dari 6 daerah yang memiliki jumlah pengrajin batik terbanyak. Total terdapat 366 data yang diolah dari hasil kuesioner para pelaku UMKM yang bergerak di bidang industri batik. Melalui penelitian tersebut diharapkan keunggulan memposisikan atribut budaya khas daerah mampu meningkatkan kinerja pemasaran. 
 
“Kesimpulan yang kami dapatkan, terdapat tiga alternatif yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran. Seperti meningkatkan kemampuan mengisolasi pemasaran produk, kapabilitas inovasi, dan kemampuan kewirausahaan,” imbuh Mahmud selaku Sekretaris Dekan FEB Udinus.
 
Selanjutnya, materi kedua yang disampaikan oleh Agung Prajanto membahas meta analisis terhadap fenomena yang sedang terjadi dan dikaji berdasarkan bidang akuntansi. Mengenai masalah keagenan dan kepemilikan keuangan pada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT PLN. 
 
“Analisis ini membahas adanya implementasi Accounting Standard Resume (ISAK 8) yang memberikan dampak LKPP dan permasalahan lain, sehingga sekarang beralih pada PSAK 73,” ujarnya.
 
Sementara itu materi terakhir disampaikan yang disampaikan oleh Hendrik Heri membahas penelitian tentang turnover yang menjadi salah satu permasalahan di dunia industri pada umumnya. Banyaknya karyawan yang memutuskan untuk beralih pekerjaan ini diteliti dengan objek generasi Y atau milenial. Sesuai data yang ditemukan, sebanyak 76,7% dari total 81.800 karyawan milenial selalu berpindah kerja dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun.
 
“Fenomena ini dalam diatasi dengan cara meningkatkan kepuasan kerja karyawan, seperti meningkatkan modal psikologis perusahaan, menyeimbangkan antara kehidupan sosial dan pekerjaan,” ungkapnya.
 
Pada seminar diseminasi tersebut juga sambut sekaligus dibuka oleh Dekan FEB Udinus, Prof. Vincent Didiek Wiet Aryanto MBA, Ph.D. Dihadiri pula Ketua Prodi S-1 Manajemen Prof. Dr. Amron SE, MM, Ketua Prodi S-1 Akuntansi Dr. Anna Sumaryati SE, M.Si., dan Koordinator seminar Dr. E. Diana Aqmala SE, MM. (Humas Udinus/Haris. Foto : Humas Udinus)

Last Update : 26 Juni 2022