UDINUS AJAK MAHASISWA MULAI MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI WEBINAR NASIONAL 'MENULIS ITU MUDAH'


Kembangkan kemampuan menulis mahasiswa, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) adakan webinar nasional mahasiswa series dengan tema 'Menulis Itu Mudah', yang diselenggarakan pada Rabu 21 Juli 2021.

 

Kegiatan yang dilangsungkan secara daring melalui zoom tersebut mendatangkan narasumber yang telah memiliki kemampuan dan berkompeten dalam menulis jurnal maupun karya ilmiah, yaitu De Rosal IGN. Moses S., M.Kom yang merupakan dosen Udinus serta peneliti terproduktif LLDIKTI VI, juga dihadirkan mahasiswa Udinus, Hendriansyah, Founder Culture Academy. Selain  pembicara, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih., M.M dan Kepala Biro Kemahasiswaan Rindra Yusianto., S.Kom, M.T, serta jajaran dosen Udinus dan 250 lebih peserta yang merupakan mahasiswa Udinus Semarang dan Udinus Kediri.

 

Pada kesempatan itu, Dr. Kusni Ingsih., M.M mengatakan pentingnya pengetahuan tentang menulis bagi mahasiswa, ia mengajak mahasiswa untuk terus aktif dalam belajar menulis baik jurnal maupun artikel ilmiah. "Menulis menjadi satu kegiatan penting bagi mahasiswa, untuk membantu mahasiswa meningkatkan kualitas belajarnya. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan semangat bagi peserta dalam menulis sebuah karya ilmiah yang dipublikasikan, sehingga mampu menambah wawasan mahasiswa," ujarnya.

 

Dalam pemaparannya, De Rosal IGN. Moses S., M.Kom menjelaskan bagaimana tulisan mahasiswa dapat memenuhi syarat ilmiah dan dapat dipublikasikan serta manfaat dan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menulis sebuah karya ilmiah.

"Perlu diperhatikan, dalam memulai menulis hasil penelitian, perlu adanya literasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Disini peneliti dituntut untuk membaca secara keseluruhan isi dari jurnal atau artikel ilmiah yang mereka jadikan sebagai referensi, hal ini bertujuan untuk menjadikan tulisan tersebut menjadi orisinil dengan mengembangkan teori yang ada," paparnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa seorang peneliti yang ingin melakukan publikasi karya tulisnya harus memiliki sikap yang adaptif dan menerima segala masukan, hal ini berguna untuk mengembangkan tulisannya menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan gaya penulisan ilmiah dari suatu platform yang akan menjadi tempat mempublikasikan karya tulis. "Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi platform yang dituju, sesuaikan dengan gaya penulisan dan harus dilihat mau submit jurnal kemana. Dalam publikasi terdapat reviewer yang akan menilai tulisan kita, sehingga kita harus mematuhi kaidah penulisan yang berlaku di sana," imbuhnya.

 

Sementara itu, sejalan dengan pemaparan De Rosal IGN. Moses S., M.Kom, Hendriansyah membagikan pengalamannya dalam menulis sebuah penelitian yang hingga kini berhasil membawanya mengembangkan startup miliknya. Ia mengatakan bahwa penelitian harus memiliki tujuan yang jelas dan tepat, sehingga hasil penelitiannya mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. (Humas Udinus/Nuvia. Foto: Nuvia KHN)

 

Last Update : 1 Agustus 2021