ENGLISH COMPETITION DI AJANG DINUSFEST 2018


Masih dari rangkaian lomba untuk SMA/SMK di gelaran Dinusfest 2018, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar English Competition yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HMBI). Tiga cabang lomba yang dihelat adalah Wall Magazine Contest, Story Retelling, dan Speech Contest, yang kesemuanya digelar di gedung G lantai 3 Udinus.
Untuk lomba Speech Contest mengambil tema “The Roles of Juvenil Today”, yang berisi peran remaja dalam masa kini. “Tujuan dari lomba ini agar para siswa berani mengeluarkan aspirasi mereka melalui berpidato bahasa Inggris,” tutur Angga selaku panitia Speech Contest.
Peserta lomba diberikan maksimal waktu 7 menit untuk berpidato, dengan tambahan waktu 1 menit. Peserta diwajibkan mengenakan pakaian ciri khas sekolah dan memakai sepatu pantofel.Lebih dari 40 siswa dari 22 sekolah yang tersebar di Semarang dan sekitarnya turut andil dalam Speech Contest.
 
 
Masih dengan tema yang sama, Wall Magazine Contest juga mengusung “The Roles of Juvenils Today”sebagai tema, dengan  sub tema teenagers lifestyle, responsibilities of teenagers dan teens and tech. Penjurian dan penilaian dilakukan dalam satu sesi, dimana pemenangnya akan diumumkan pada Kamis (25/1).
Perlombaan ini merupakan kategori kelompok, dimana dalam 1 grup terdiri dari 4 orang anggota. Bahan-bahan yang digunakan  haruslah bahan yang ramah lingkungan,  dengan dibentuk 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Waktu yang diberikan  selama 120 menit, serta tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan muatan muatan lain yang dilarang oleh hukum. Untuk selanjutnya dipresentasikan didepan juri dengan menggunakan bahasa Inggris.
Hanna Latifani salah satu panitia dalam pelombaan Wall Magazine mengatakah kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreatifitas para peserta, serta membuat mereka lebih peka terhadap lingkungan sekitar. “Semoga mereka dapat memahani peran remaja masa kini dalam memberikan dampak yang positif terhadap Universitas Dian Nuswantoro khususnya,” tambah Hanna.
 
 
Sementara itu untuk lomba Story Retelling, HMBI memilih fable dan fairytale sebagai tema perlombaan. Diikuti oleh 35 peserta dari SMA/SMK se Jawa Tengah, mereka diuji oleh dewan juri yang terdiri dari Sarif Syamsu Rizal SS MHum., Muhammad Rifqi SS, MPd., dan Haryati Sulistyorini SS, M.Hum
“Peraturan lomba yang diterapkan adalah minimal 7 menit dan maksimal waktu 10 menit untuk menyelesaikan presentasi dengan tanpa menggunakan teks bawaannya,” papar Elsa Fyrda, panitia lomba Story Retelling.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti lomba. Mereka menggunakan kostum, perias wajah, musik latar, dan properti untuk mendukung penampilan dalam perlombaan. Retelling Story tidak mengalami perubahan yang signifikan dari tahun lalu, namun dengan tema yang berbeda menimbulkan suasana yang baru tiap tahunnya. (*Humas/WartaDinus)
 

Last Update : 1 Agustus 2021