Dosen Kesmas Udinus, Ahla dan Persakmi Jateng kunjungi Pasien Covid-19


Kegiatan “Gerakan Peduli Bersama Asian Health Literacy Association Indonesia Office (AHLA)” telah selesai dilaksanakan pada 10 dan 17 Oktober 2020 di Rumah Dinas Walikota Semarang. Rumah dinas tersebut disulap untuk sementara waktu menjadi Rumah Karantina untuk Pasien Covid-19. AHLA bersama dengan Dosen Kesmas Udinus dan PERSAKMI JATENG, mendampingi pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi di rumah tersebut. Rumah Karantina telah dilengkapi dengan desinfection chamber pada pintu masuk serta beberapa prosedur yang mesti diterapkan pada Rumah Karantina Pasien Covid-19. Kegiatan berlangsung pada pukul 16.00 – 17.30 WIB, ketika pasien sedang melakukan aktifitas olahraga dan bersantai. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Karantina yaitu edukasi dan pembuatan masker secara mandiri, pembuatan desinfectan alami dan games untuk menghibur Pasien

Pendampingan yang dilakukan memiliki risiko yang tinggi, karena langsung berhadapan dengan Pasien Covid-19. Namun, Tim meyakini bahwa pasien tersebut sangat perlu untuk mendapatkan pendampingan. Dampak psikologi yang berat harus dialami oleh Pasien COVID-19. Tidak bisa berkumpul dengan keluarga atau teman adalah beban terberat yang dirasakan oleh Pasien Covid-19. Kehadiran Tim ini untuk mendampingi Pasien Covid-19 ialah mengatasi permasalahan tersebut. Selama telah menerapkan protokol kesehatan dan telah menggunakan alat pelindung diri yang lengkap, tidak ada kekhawatiran dari tim untuk melakukan pendampingan di Rumah Karantina Pasien Covid-19.

Edukasi pembuatan masker secara mandiri yang dilakukan oleh tim pendampingan bertujuan agar Pasien Covid-19 ketika keluar dari Rumah Karantina mampu untuk membuat masker secara mandiri. Disiplin dalam penggunaan masker juga menjadi topik edukasi pada kegiatan tersebut. Pasien telah mampu untuk membuat masker dengan bahan yang sederhana dan mudah untuk didapatkan Hal ini dapat mengatasi permasalahan masker mahal atau sulit didapatkan. Selain itu edukasi pembuatan desinfectan alami juga menjadi bekal bagi pasien ketika keluar dari Rumah Karantina. Penggunaan bahan yang mudah didapatkan seperti cuka dan air serta menambah essential oil (untuk pengharum) dapat dilakukan pasien dalam membuat desinfectan. Pembuatan yang mudah serta harga yang lebih terjangkau menambah perhatian Pasien Covid-19 dalam menyaksikan Simulasi Pembuatan pada sore itu. Tim pendampingan juga mengisi kegiatan dengan games untuk menghibur serta meningkatkan solidaritas diantara Pasien Covid-19.

Pada satu kesempatan, salah satu Pasien Covid-19 menceritakan pengalamannya kepada tim pendampingan dan Pasien Covid-19 yang lain. Ia bercerita bahwa telah hampir sebulan berada di Rumah Karantina, padahal usianya lebih muda diantara mantan pasien yang lain. “Covid-19 tidak mengenal umur, jadi jangan merasa kalau usia masih muda dan masih tampak sehat itu menjamin tidak terkena Covid-19”. Pernyataan itu semakin menguatkan Komitmen Tim dalam gerakan peduli bersama mengatasi permasalahan Covid-19. Upaya konsisten dalam meningkatkan edukasi masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan dalam mengatasi Covid-19 akan terus diupayakan.
Dengan bersama-sama, Kita Selesaikan masalah ini Secepatnya_. 17.10.2020

Last Update : 31 Desember 2020