Berbagai aktivitas umat Muslim di bulan Ramadan akan mendatangkan segala berkah pahala dari Allah SWT. Untuk itu banyak kegiatan yang dilakukan oleh berbagai institusi, agar suasana Ramadan lebih hangat dan bermanfaat bagi umat Muslim di dun


Dinus Inside 2008

Memulai berwirausaha tak perlu harus menunggu tamat kuliah. Sembari melaksanakan kewajibannya untuk kuliah, para mahasiswa punya peluang besar untuk memulai berwirausaha.

Banyak cara yang bisa ditempuh.
”Asal ada kemauan, semuanya bisa dilakukan,” kata Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Dr Edi Noersasongko MKom, saat mengisi talk show  dalam rangka Dinus Inside 2008/2009, Selasa (26/8).

Edi menyatakan banyak peluang usaha yang bisa diambil. Misalnya jual beli laptop bekas antarmahasiswa, atau bahkan menjual pulsa. Dia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak malu dengan semua itu.

Hanya saja, lanjutnya, patut diingat bahwa mengawali usaha bisa menjadi sesuatu yang berat. ”Kemungkinan untuk rugi sama besarnya dengan kemungkinan meraih untung,” kata dia.

Ketika menemui kerugian itulah, jelas Edi, mahasiswa tidak boleh putus asa. Kegagalan tak boleh membuat mereka lantas menyerah dan berhenti berusaha. ”Harus bisa bangkit lagi,” tegasnya.

Berbagi Pengalaman

Pada acara yang dilaksanakan di hadapan sekitar 3.000 mahasiswa baru itu hadir pula dua pengusaha terkenal. Mereka adalah pemilik PT Marimas Ulam Tiba, Haryanto Halim, dan pemilik PT Sido Muncul, Irwan Hidayat. Kedua pengusaha itu membagikan pengalamannya di hadapan para mahahsiswa baru.

Tak hanya pengalaman baik yang diceritakan, tapi juga yang buruk. Menurut keduanya, justru dari pengalaman buruk mahasiswa akan lebih termotivasi untuk terus berusaha.

Haryanto Halim mengungkapkan, salah satu bagian penting yang menentukan keberhasilan berwirausaha adalah membina hubungan. Perlu diingat, setiap orang yang sukses pasti punya sahabat. ”Hubungan yang terjalin itu bisa dengan siapa saja,” tandas dia.

Dia juga mengingatkan mahasiswa untuk memiliki prinsip. Menurutnya, perlu ditanamkan dalam hati bahwa apa pun bisa dilakukan. ”Prinsip itu akan menuntun kita menuju keberhasilan,” tambah Haryanto.

Dia juga mengungkapkan filosofi tentang tangga. Menurutnya, jangan melihat terlalu ke atas ketika tengah menapaki anak tangga. Namun, lihatlah anak tangga yang akan dilalui berikutnya. Dalam usaha sebaiknya para mahasiswa memahami filosofi itu.

”Pada intinya, sadar kemampuan. Jangan terlalu jauh melihat ke atas sementara kemampuannya belum memadai,” kata dia.
Irwan Hidayat juga mengatakan bahwa impian saja tidak cukup.

Namun tetap saja usaha yang dilakukan itu menjadi penentu. ”Kalau cuma bermimpi tanpa mau berusaha, ya percuma saja,” imbuh Irwan.

Last Update : 1 Januari 1970