UDINUS LULUSKAN 771 WISUDAWAN YANG SIAP BERKONTRIBUSI UNTUK BANGSA


Wisuda ke-71 Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang diselenggarakan secara daring meluluskan 771 wisudawan pada 18 Program Studi.

Para wisudawan dilantik secara daring oleh Rektor Udinus, Prof.Dr.Ir. Edi Noersasongko,M.Kom. Tak hanya itu saja, wisudawan pun diijinkan didampingi oleh sanak saudara maupun orangtuanya. Namun begitu, para wisudawan wajib mengikuti prosesi wisuda hingga akhir dan mengenakan pakaian toga secara lengkap.

 

Hari ini Udinus berhasil mewisuda sejumlah 771 wisudahan dengan rincian Program Diploma sebanyak 14 orang, Program Strata-1 sebanyak 721 orang dan Program Magister sebanyak 36 orang.

Jumlah tersebut terinci yakni Fakultas Ilmu Komputer (FIK) meluluskan 238 sarjana (S1) dari Prodi Teknik Informatika, 56 sarjana (S1) dari Prodi Sistem Informasi, 62 sarjana (S1) dari Prodi Desain Komunikasi Visual, 96 sarjana (S1) dari Prodi Ilmu Komunikasi, 3 Sarjana Terapan (D4) dari Prodi Film dan Televisi. Sebanyak 1 ahli madya (D3) Teknik Informatika, dan 4 ahli madya (D3) Penyiaran serta 28 Magister Komputer (S2).

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meluluskan 8 Magister Manajemen (S2), 81 sarjana (S1) Manajemen dan 40 sarjana (S1) Akuntansi.  Fakultas Ilmu Budaya (FIB) meluluskan 24 sarjana S1 Sastra Inggris dan 28 sarjana S1 Sastra Jepang.

Fakultas Kesehatan (FKes) meluluskan 31 sarjana (S1) Kesehatan Masyarakat serta 18 sarjana (S1) Kesehatan Lingkungan dan 6 ahli madya (D3) Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Dan Fakultas Teknik (FT) meluluskan 9 sarjana S1 Teknik Elektro, 38 sarjana (S1) Teknik Industri. 

 

Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom menjelaskan wisuda online sebagai inovasi yang memanfaatkan teknologi agar prosesi wisuda dapat digelar dan dapat menjadi lambang keberhasilan para wisudawan. Sementara, unsur-unsur kesakralan wisuda tetap dipertahankan oleh Udinus.

“Melalui wisuda online, para wisudawan dapat merayakan bersama dengan keluarga besar. Wisuda kali ini, Udinus tetap mengedepankan etika ilmiah dan marwah pendidikan tinggi. Namun tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelas dia. (Humas Udinus/Alex. Foto: Alex Devanda)

 

Last Update : 25 September 2021