FIB UDINUS SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL KEBAHASAAN


Bertempat di Auditorium Gedung H Lantai 7 Univeritas Dian Nuswantoro (Udinus), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggelar Seminar Nasional Kebahasaan. Mengangkat tema “Seminar Tentang Penerjemahan Linguistik Terapan, Susastra dan Ilmu Budaya di Era Digital” (STRUKTURAL) digelar pada hari Sabtu, (24/11/2018). Acara diikuti kurang lebih 200 orang peserta yang terdiri oleh para mahasiswa FIB Udinus, pemakalah dan non-pemakalah dosen serta umum.

 

Seminar tersebut menghadirkan 3 pembicara terkemuka di bidang linguistik terapan dan sastra budaya yakni Prof. Dr. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D (Guru Besar Linguistik FIB UNS), Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed, M.A., Ph.D (Guru Besar Penerjemahan FIB UNS) dan Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, M.A (Guru Besar Ilmu Antropologi FIB UNDIP). Acara ini dibuka langsung dan dipandu oleh Dekan FIB Dr. Raden Arief Nugroho SS., M.Hum.

Menurut Drs. A. Soerjawardhana, M.Pd, selaku ketua panitia, memilih tema tersebut untuk diangkat karena melihat cara pengkajian bahasa serta penerjemahan linguistik yang teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terus mengalami perkembangan. “Selama ini pengkajian linguistik dalam berbahasa dan penerjemahan terus menghadirkan perubahan di kalangan masyarakat, sehingga menghadirkan perbedaan cara mengkaji dari yang sebelumnya era analog menjadi era digital. Disini kita membahas bersama-sama bagaimana menyikapi dan mengkaji penerepan penerjemahan linguistik tersebut dengan baik dan benar” ungkap Surya.

 

Menurutnya materi yang disampaikan langsung oleh ketiga pembicara sangat berguna dan bermanfaat bagi para mahasisswa maupun pemakalah dan non pemakalah itu sendiri untuk menambah wawasan dan juga dapat dijadikan pijakan dalam melakukan suatu pengkajian linguistik terapan.

“Apa yang disampaikan semua oleh ketiga pembicara hari ini bisa dijadikan sebagai pijakan dan studi kasus untuk membuat kajian penerjemahan linguistik terapan, susastra dan ilmu budaya yang baru,”jelasnya.

 

Kegiatan seminar ini berlangsung selama 3 jam, dilanjutkan dengan kegiatan kelas paralel yang dimana para peserta pemakalah mamaparkan hasil makalah yang telah didaftarkan sebelumnya dihadapan mediator.

 

Sementara itu Kahumas Udinus, Agus Triyono, S.Sos, Msi berharap kegiatan seminar nasional ini mampu membantu mendongkrak perkembangan penerjemahaan linguistik terapan, sastra dan ilmu budaya di era sekarang. “Udinus sebagai fasilitator acar aini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia bahasa,” tutur Agus. (*Humas Udinus/fhm/AT. Foto : Fahmi Fabian)

 

 

Last Update : 15 Juni 2021