RAIH JUARA DUA TINGKAT NASIONAL, RMIK UDINUS BERI BEASISWA MAHASISWANYA


Prestasi kembali diraih Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), melalui prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) yang berhasil menjadi juara kedua dalam kompetisi Indonesian Medical Record Competition 2018. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh APIKES Citra Medika Surakarta.
 
 
 
“Juara ini menjadi kebanggaan bagi kami karena perjuangan dari para mahasiswa dapat membuahkan hasil dan mengharumkan nama Udinus di kancah nasional. Walaupun hanya mendapatkan juara kedua, kami tetap mengapresiasi usaha mahasiswa kami,” ujar Kaprodi D3 RMIK Udinus, Arif Kurniadi M.Kom pada Rabu (21/3/2018)
 
 
 
Ia menjelaskan, lomba terbagi menjadi 3 tahapan yakni sistem gugur, yang dimulai pada seleksi online pada 5-9 Maret 2018, kemudian untuk tahapan semifinal dan final diselenggarakan pada 17 Maret 2018 di Surakarta. Pesaing dalam lomba tersebut terhitung sangat berat karena tim yang mengikuti lomba tersebut berasal dari universitas ternama di Indonesia dua diantaranya yakni Malang dan Jawa Barat.
 
“Dari total 4 tim yang diturunkan, hanya 1 tim yang berhasil menyumbangkan juara dari dua kategori lomba. 4 tim terbagi menjadi tiga tim, untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan satu tim mengikuti lomba coding,” jelasnya. 
 
 
 
Tim yang berhasil lolos hingga final dan keluar menjadi juara kedua beranggotakan Maharani Yuni Pratiwi, Anton Sugiarto, dan Anita Maharani. Ketiga mahasiswa tersebut berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, sertifikat dan trofi dari institusi penyelenggara.
 
“Kami juga akan memberikan penghargaan kepada ketiga mahasiswa tersebut yakni potongan 50 persen untuk biaya SPP dan SKS selama 1 tahun. Semoga menjadi acuan bagi mahasiswa lain untuk berprestasi,” imbuhnya.
 
 
 
Sementara itu, Kahumas Udinus, Agus Triyono, Msi berharap agar para mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya yang mampu membanggakan Udinus di kancah regional hingga internasional. Menurutnya Udinus akan mengasah kemampuan mahasiswa dari segi softskill dan hardskill.
 
“Kami memiliki banyak organisasi kemahasiswaan yang dapat menjadi alat untuk berprestasi bagi mahasiswa, namun juga kami selalu mendorong mahasiswa untuk berprestasi dari segi hardskill,” pungkasnya. (*Humas Udinus/Alex ; Foto : dok. FKes Udinus)  

Last Update : 20 September 2021