PAKAR TEKNIK INDUSTRI ITB MOTIVASI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UDINUS


“Keberadaan benda-benda nirkabel yang terhubungan  komputer saat ini menjadi hal yang sangat biasa. Revolusi industri yang terjadi ini terjadi hamper menyeluruh di bidang kehidupan manusia. Dengan adanya perubahan inilah yang menjadi tantangan orang-orang teknik industri,” papar Ir. T.M.A Ari Samadhi, MSIE, PhD ketika mengisi kuliah umum Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) beberapa waktu lalu.
 
 
 
Revolusi industri yang saat ini sudah mencapai level 4.0 ini membuat kita terbiasa dengan benda-benda nirkabel yang dapat kita akses dimana saja. Contohnya saja jam tangan pintar (smartwatch) yang dapat mendeteksi aktivitas kita, agar membantu dalam mengukur kesehatan. Baik penggunaan personal maupun dalam level besar seperti perusahaan industri 4.0 ini sudah menyeluruh. “Hal ini diimbangi dengan makin meningkatnya Internet of Things (IoT), dimana tercatat pada tahun 2015 ada sekitar 14 Milyar alat yang sudah terhubung dengan Internet. Sehingga diperkirakan akan ada 20 Milyar alat yang terhubung dengan internet pada tahun 2020 nanti,” tambah Ari.
 
 
 
Untuk dampak sosial yang diciptakan revolusi industri 4.0, seperti makin tergerusnya tenaga manusia yang tergantikan dengan mesin-mesin dan internet, Ari sendiri mengajak orang-orang teknik industri untuk tidak euphoria dengan hal tersebut. “Dampak sosial pasti terjadi. Namun kalian jangan terlalu berlebihan memikirkan efek sosialnya. Upgrade kemampuan dan terus belajar sesuai bidang ilmu. Hal tersebut lebih baik, daripada jadi alergi atau bahkan antipati dengan kedatangan revolusi industri 4.0 ini,” ujar Ari mantap di depan 200an mahasiswa Teknik Industri yang memadati aula gedung H lantai 7 Udinus. 
“Kegiatan ini merupakan Kuliah Umum yang rutin digelar oleh Fakultas Teknik, dan tema yang diangkat kali ini adalah “Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0. Harapan kami mahasiswa dapat lebih siap dengan perubahan dunia, agar dapat menyiapkan diri di dunia kerja maupun wirausaha,” papar Dr Dian Retno Savitri Ir MT, Dekan Fakultas Teknik Udinus. (*Humas/ning)

Last Update : 24 Juni 2021