KIBI INTERNATIONAL UNIVERSITY TAWARKAN KERJASAMA KE UDINUS


Pengaruh budaya dalam suatu negara dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk menuntut ilmu. Hal ini terbukti dengan makin diminatinya negara Jepang dan Korea Selatan sebagai tempat tujuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 
Menjawab peminatan mahasiswa yang semakin besar, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjalin banyak kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, salah satunya Jepang. Telah terjalin sebelumnya, program student mobility dengan Osaka International University (UIO) dan Tokyo University of Technology (TUT).
 
Menyusul dua universitas tersebut, Kibi International University pada Kamis (19/10) menyambangi Udinus, dengan mengirim utusannya yaitu Vice Chancellor of Kibi Internetional University Yuki Kake. Kedatangannya adalah memberikan kunjungan balasan pada Udinus, karena beberapa saat lalu Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Udinus Dr Pulung Nurtantio Andono, ST, M.Kom juga telah mendatangi kampus Kibi di Jepang.
“Kedatangan kami kesini adalah untuk menghormati Udinus sebagai mitra dalam memperkuat pendidikan di kedua belah bihak. Ada beberapa macam kerjasama yang kami tawarkan,” ungkap Yuki Yake.
Kibi Internasional University sendiri memiliki 4 fakultas besar. Diantaranya Ilmu Sosial, Ilmu Kesehatan, Psikologi, dan Animasi Budaya. Dari 5000 mahasiswa di kampus tersebut, sedikitnya ada 40 orang Indonesia yang menuntut ilmu disana. Untuk itu pihak Kibi ingin memperluas hubungan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
 
Dari sekian banyak kerjasama yang telah dijalin Udinus dengan beberapa universitas di Jepang, Rektor Udinus Dr Ir Edi Noersasongko, M.Kom sendiri mengakui bahwa hambatan yang selama ini terjadi adalah banyak perguruan tinggi di Jepang yang tidak memiliki kelas internasional. “Banyak yang menawarkan kerjasama, namun hanya sedikit perguruan tinggi yang memiliki kelas internasional. Sehingga saat ini kerjasama dengan Jepang banyak dimanfaatkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Sastra Jepang,” tambah Edi. Namun setelah pertemuan dua negara yang berlangsung di Ruang Rektorat ini, akan makin banyak kerjasama yang terjalin. (*Humas/ning) 
 

Last Update : 25 September 2021