UDINUS DAN SPRINGER MOTIVASI DOSEN MUDA UNTUK GIAT MENELITI


Perkembangan riset memiliki peran penting tersendiri bagi kemajuan sebuah Perguruan Tinggi. Seperti yang kita ketahui, setiap dosen di Perguruan Tinggi diwajibkan melakukan publikasi jurnal penelitian nasional ataupun internasional untuk menunjang kenaikan jabatan fungsionalnya. Selain itu, penelitian juga mempunyai andil besar dalam proses akreditasi program studi maupun kampus.
 
Rabu (11/10) 2017 kemarin, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bersama Springer menggelar Workshop untuk dosen peneliti muda di Ruang Perpustakaan Gedung A lantai 2. Workshop tersebut berisi materi tentang kiat-kiat menerbitkan jurnal internasional. “Kegiatan ini adalah salah satu nilai tambah dari MOU yang dilakukan Udinus dengan pihak Springer pada (01/09) lalu,” jelas Natalistyo TAH M.SI., Ak., CA selaku kepala UPT Perpustakaan Udinus. Udinus tidak hanya sebatas berlangganan database e-jurnal di Springer, tetapi pihak Springer juga memberikan literasi dan memotivasi para peneliti muda untuk menerbitkan jurnal internasional mereka.
 
Workshop tersebut diisi oleh Melinda Lux perwakilan Springer dari Hongkong dan Handoko Bagaskara selaku manajer lisensi Springer Indonesia. Handoko mengatakan setiap database jurnal memiliki ciri khas masing-masing. “Sebelum peneliti memutuskan dimana jurnalnya akan diterbitkan, ia harus mencari informasi tentang publishernya terlebih dahulu, ada peluang bidang jurnal miliknya terbit atau tidak,” jelas Handoko pada puluhan audience di ruangan tersebut.
 
Sebelum berlangganan jurnal dengan Springer, Udinus berlangganan database jurnal dengan AMC Journals dan Emerald Publishing. Natal menjelaskan ada salah satu dosen Udinus yang lolos menerbitkan jurnalnya di Emerald yakni Dr. Amron SE, MM. “Syarat menerbitkan jurnal dI Emerald sangat sulit. Beliau sampai beberapa kali melakukan revisi dan bersyukur akhirnya bisa diterbitkan,” tambah Natalistyo. Ia berharap para dosen peneliti muda Udinus termotivasi melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah setelah acara ini. “Syukur-syukur karya ilmiah dan jurnalnya bisa tembus ke skala internasional,” pungkas Natal. *(Humas/mey)
 

Last Update : 25 September 2021