INOVASI UDINUS UNTUK PARA DIFABEL


Syarat memperoleh akreditasi A pada sebuah Perguruan Tinggi (PT) adalah memperbanyak jumlah Doktor yang mengampu di kampusnya. Muljono SSi, M.Kom dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) telah menyelesaikan pendidikan S3 nya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya beberapa waktu lalu.

 

Saat ini manusia sangat sering berinteraksi dengan sistem komputer dalam kehidupan sehari-hari. “Untuk membuat interaksi betul-betul alami, efektif dan efisien, selain mode ujaran perlu ditambahkan mode lain yaitu visual ujaran,” jelas Muljono menerangkan disertasinya. Dalam penelitiannya, Muljono mengembangkan Sistem Sintesis Ujaran Audio-Visual (SSUAV) untuk Bahasa Indonesia yaitu sebuah sistem yang dapat membangkitkan ujaran audiio visual secara simultan dari teks yang diinputkan.

 

Muljono mengembangkan untuk Bahasa Indonesia karena merupakan bahasa yang miskin sumber daya (under-resources language) untuk pengembangan teknologi bahasa. Di dalam pembangunan sistem yang dibuatnya, Muljono membutuhkan dua database (corpus), yakni corpus ujaran dan corpus audio-visual (viseme) bahasa Indonesia sebagai sumber daya utama dalam sistem. Corpus ujaran berisi rekaman ujaran asli dari pembicara tunggal asli orang Indonesia. Basis diphone dipakai untuk melakukan segmentasi dan pelabelan dari corpus tersebut. Sedangkan corpus audio-visual berisi viseme (visual phoneme) yakni visualisasi dari fonem bahasa Indonesia berupa bentuk bibir, gigi dan lidah saat mengucapkan fonem.

 

Pengujian terhadap sistem yang ia teliti dilakukan dengan menggunakan test subyektif, yakni menggunakan rata-rata skor pendapat (Mean Opinion Score) dengan partisipasi responden sebesar 21 orang Warga Negara Indonesia (WNI) asli laki-laki dan perempuan dalam rentan usia 23 – 50 tahun.(*humas)

 

 

SOFTWARE : Muljono, dosen Udinus, sedang menunjukkan software inovasinya untuk para difabel beberapa waktu lalu. Foto : Nining Sekar

Last Update : 19 September 2021