TEKNIK ELEKTRO UDINUS BAHAS PES


Penggunaan energi berlebihan yang terjadi di negara kita, nampaknya menjadi banyak perhatian bagi ahli yang memang menekuni bidang ilmu energi. Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Jumat (31/7) lalu. Menggandeng Power and Energy System (PES) Indonesia, FT Udinus menyelenggarakan kuliah umum serta Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Meeting, yang mengambil tema “Power and Energy”.

 

Kuliah umum yang digelar di Aula Gedung E Udinus ini, mendatangkan Yugo Riyatmo General Manager PLN DIY Jateng. Serta Dr. Taufik, seorang dosen dari California Polytechnic State University yang mengembangkan DC House Project di Amerika.  Dari kuliah umum ini, Yugo menyoroti tentang kebutuhan listrik di Jawa Tengah. Dimana potensi Indonesia yang berada di daerah tropis ini memungkinkan untuk dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya, hanya saja hingga kini masih sangat susah dilaksanakan. “Kebutuhan energi listrik semakin banyak, namun di Jawa Tengah dan DIY sudah hamper seluruhnya tercover oleh PLN. Untuk meningkatkan mutu, pemadaman bergilir sudah ditiadakan, dan PLN sedang berusaha mengembangkan pembangkit dengan energi microhydro,” papar Yugo.

Dr. Taufik pun mengamini paparan Yugo mengenai memungkinkannya dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia. “Pelaksanaannya saja yang belum lancer dan dikonsentrasikan, perlu program yang konstan juga dari pemerintah,” tambah Taufik. Dosen yang sudah puluhan tahun mengajar di luar negeri ini telah mengembangkan DC House Project di Amerika, dengan melakukan riset selama 5 tahun, serta mempromosikannya ke kampus-kampus.

 

Setelah kuliah umum digelar, kegiatan ini dilanjutkan dengan IEEE Meeting yang dihadiri oleh ratusan peserta dari IEEE Student Branch Semarang. “Tema Power and Energy ini memang sangat tepat untuk dibahas, karena di Fakultas Teknik Udinus, khususnya program studi Teknik Elektro,  terdapat peminatan "energi baru terbarukan". Sehingga mahasiswa bisa lebih paham kondisi di lapangan,” tandas Dr. Dian Retno Sawitri, Ir, MT selaku ketua panitia. (*humas)

 

Last Update : 15 Juni 2021