GANJAR : ROADSHOW EAGLE AWARDS UDINUS LUAR BIASA


Memberi perhatian pada keadaan di Indonesia ini dapat dilakukan dengan banyak hal, terlebih keadaan negara kita sudah banyak perubahan seiring gejolak yang terjadi. Salah satu media yang dapat digunakan generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, adalah melalui film. Film dokumenter dirasa menjadi pilihan paling tepat untuk menyampaikan secara kasat mata, apa yang sedang terjadi di Indonesia.  Pada Selasa (5/5) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2015 yang mengambil tema “Merajut Indonesia”. Acara ini dihadiri sekitar 450 orang peserta yang semuanya antusias mengikuti sosialisasi EADC 2015. Selain sosialisasi tentang pengumpulan berkas dan materi lomba untuk mereka yang ingin mengikuti EADC 2015, acara yang dihelat di aula Udinus gedung E Lantai 3, juga menghadirkan diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Mantan Deputi Pendidikan LEMHANAS Laksda TNI Ir Leonardi, MSc, Rektor Udinus Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, yang dipandu oleh presenter salah satu tv nasional Prita Laura. Sebelum diskusi dimulai, diputarkan terlebih dahulu film-film dokumenter yang menjadi pemenang di EADC sebelumnya. Diantaranya film “Dolanan Kehidupan” pemenang EADC 2014 dan Presiden Republik Abu-Abu pemenang EADC 2011.  Diskusi kebangsaan ini lebih menitikberatkan generasi muda yang harus menegaskan aksinya dalam membangun Indonesia yang bermartabat. “Jangan hanya bergerak di lingkungan sekitar, tapi lebih luas dengan media sosial yang ada. Abadikan setiap momen yang memang tidak sesuai dengan kaidah yang ada,” tandas Ganjar Pranowo saat menyampaikan materinya.

Ganjar juga menyampaikan rasa bangganya pada tim eagle yang menunjuk Semarang melalui Udinus untuk mengawali roadshownya di berbagai kota di Indonesia.

"Kami bangga sekali karena ibu kota propinsi Jawa Tengah ini menjadi pintu dalam rangka kegiatan eagle awards. Apalagi sambutan peserta yang hadir disini begitu luar biasa," ujar Ganjar. Ia berharap warga Semarang mampu memanfaatkan momentum ini menjadi media untuk berkarya dan berprestasi untuk membawa nama ibu kota propinsi Jawa Tengah.

Berkaitan dengan itu pula, dirinya juga mengaku terus mengupdate social media miliknya agar lebih bisa memantau apa yang kurang pas dalam kepemimpinannya, serta dapat segera beraksi membenahinya. Salah satunya dengan adanya portal Laporgub.go.id yang dibangun bekerjasama dengan Udinus sebagai mitra kerja, dimana masyarakat dapat langsung melaporkan segala hal yang menurut masyarakat tidak sesuai dan harus segera ditindaklanjuti.

“Sehingga dengan adanya EADC ini, kalian para generasi muda dapat mempersembahkan film dokumenter untuk mengabarkan fakta dilapangan. Agar makin banyak masyarakat yang tergugah untuk lebih memperhatikan keadaan negara kita, serta dapat merajut Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tegas Ganjar.

Di akhir diskusi, Ganjar bahkan menawarkan pada para peserta untuk menggunakan Wisma Perdamaian untuk digunakan menggelar even seni kreatif setiap akhir pekan, agar di Semarang dan Jawa Tengah lahir banyak seniman yang dapat memperkaya seni di Indonesia.(humas)

Last Update : 25 September 2021