UDINUS - IGROUP ASIA PACIFIC JALIN KERJA SAMA CEGAH PLAGIASI


Pengakuan karya milik orang lain sebagai milik sendiri, atau yang biasa disebut plagiarism, kini makin merebak diberbagai bidang. Pelakunya bisa dari berbagai bidang ilmu, mulai seni, pendidikan, IT, dan lain-lain. Di bidang pendidikan, baik pendidik maupun peserta didik harus dapat mengantisipasi plagiarism ini dengan berbagai cara.

Untuk itu Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mulai menggunakan piranti lunak yang menyediakan fitur anti plagiasi, Turnitin. Turnitin adalah piranti lunak yang menyediakan fasilitas untuk mendeteksi suatu tindakan plagiasi pada karya tulis, skripsi dan tugas akhir. Udinus menandatangani service agreement dengan Igroup (Asia Pacific) Ltd, pada akhir Maret 2015 lalu.

“Ini adalah salah satu upaya Udinus untuk mengantisipasi plagiarism yang makin marak di lingkungan Perguruan Tinggi. Kami ingin lulusan Udinus benar-benar berkualitas dengan menghasilkan tugas akhir yang orisinil, atau bahkan bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga dapat menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Dr. Pulung Nurtantio Andono, ST., M.Kom selaku Wakil Rektor 3 bidang Riset dan Kerjasama.

Software Turnitin ini memiliki 3 fitur handal yaitu Original Check, GradeMark, dan PeerMark. Adapun Original Mark bertugas mengecek suatu karya melalui penyocokan suatu teks dengan informasi yang terdapat pada web repositoris, atau sekumpulan aplikasi yang terdapat didalam web tersebut. Untuk  GradeMark bertugas mengecek suatu karya yang bekerja secara digital sehingga mengurangi pemakaian kertas. Sedangkan Peermark sebagai tahap akhir, akan menunjukkan hasil pengecekan, ditentukan secara bebas bergantung pada keputusan tenaga pendidik.

Pemakaian piranti lunak ini cukup instan, hanya membutuhkan beberapa menit untuk mendeteksi berapa persen tingkat orisinalitas suatu karya, sehingga kinerja dosen/tenaga pendidik juga lebih efektif.

Selain itu Pulung juga berharap, adanya piranti lunak ini tidak membuat mahasiswa merasa diawasi atau dibatasi kreativitasnya, namun justru dipacu untuk menciptakan karya yang lebih inovatif. “Nantinya semua dosen akan dapat menggunakan Turnitin, sedangkan mahasiswa akan diberi akses sebelum mereka akan menentukan judul tugas akhir,” tambah Pulung.(humas)

Last Update : 24 September 2021