UDINUS BORONG JUARA TAEKWONDO TINGKAT NASIONAL


Suport kegiatan positif dari perguruan tinggi memang sangat dibutuhkan sebuah unit kegiatan mahasiswa. Karena jika support penuh diberikan oleh sebuah perguruan tinggi, akan berefek positif pada kegiatan mahasiswanya. Inilah yang dilakukan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dalam mengelola kegiatan mahasiswanya, baik itu dari segi akademis maupun non-akademis.Seperti prestasi yang baru saja didulang oleh mahasiswa Udinus dalam kejuaraan Setu Taekwondo Competition 2015 Tingkat Nasional. Bukan hanya 1 atau 2 juara saja yang diraih, namun ada 5 juara yang berhasil dibawa pulang. UKM Taekwondo Udinus berhasil membawa pulang 2 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu, dan juara 2 kategori Poomsae.

“Awalnya kami hanya mentarget 1 emas pada UKM Taekwondo Udinus dalam kejuaraan tingkat nasional ini. Mengingat lawannya adalah 1000 orang lebih dari berbagai penjuru tanah air. Tapi kerja keras kami ternyata membuahkan 4 medali dan 1 juara, sungguh suatu kebanggaan tak terkira,“ tandas Rindra Yusiantoro, S.Kom, MT selaku Kepala Biro Kemahasiswaan Udinus.

Kejuaraan Setu Taekwondo Competition 2015 Tingkat Nasional ini yang dihelat beberapa waktu ini  1/2) 2 medali emas diraih oleh Marcello Lekati Zay (mahasiswa Akuntansi FEB Udinus) di kelas under 67 kg putra, dan Dody Indra Sumantyawan (mahasiswa Teknik Informatika FIK Udinus) di kelas under 54 kg putra. 1 medali perak diraih oleh Meghaprana Adigandawastu (mahasiswa Akuntansi FEB Udinus) di kelas under 62 kg. 1 medali perunggu diraih oleh Dwi Hermansyah (mahasiswa Teknik Informatika FIK) di kelas under 78kg. “Di masing-masing kelas sebenarnya untuk teknik Udinus memang lebih unggul dan dapat mengejar pesaing-pesaingnya. Namun ada beberapa lawan yang mempunyai fisik dan mental lebih, sehingga untuk beberapa kelas kami tidak dapat meraih medali emas,” tambah Rindra. Untuk juara 2 Poomsae (teknik dalam taekwondo) diraih oleh Eka Widyawati (mahasiswi Inggris FIB Udinus). Poomsae ini lebih mengedepankan teknik, kecepatan, power, dan ketepatan gerakan. Berbeda dengan kelas yang berdasarkan pada berat badan, yang mengharuskan peserta lomba untuk bertarung melawan peserta lainnya. “Persiapan kami dalam kejuaraan ini selama 1,5 bulan, dengan mengikuti Training Center (TC) di dua tempat. Yakni di Udinus dan Dojang GTC. Dan tentunya tidak sia-sia,” ujar Eka. 

Sementara itu, Rektor Udinus Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom menambahkan, UKM Taekwondo Udinus ini telah membawa nama baik almamater di tingkat nasional. Namun diharapkan para mahasiswa ini tetap fokus pada kuliah, karena tujuan utama datang ke Udinus adalah untuk belajar. “Terlebih tahun 2015 ini Indonesia telah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Persaingan akan semakin berat, untuk itulah mahasiswa dan lulusan Udinus dituntut untuk menjadi insan yang kompetitif,” papar Edi.(humas)

Last Update : 16 Juni 2021