Dian Temukan Sistem Identifikasi dan Diagnosis Gangguan Jamak Motor Induksi


Satu lagi prestasi membanggakan kembali diraih dosen Udinus. Adalah Dian Retno Sawitri, salah seorang dosen dari fakultas Teknik Udinus berhasil menemukan teknologi dalam bidang industri, yang sekaligus mengukuhkan dirinya menjadi doktor. Penelitian sekaligus disertasi yang ditekuninya tergolong unik dan menjadi salah satu penelitian yang diakui di berbagai dunia. Mengangkat topik “Sistem Identifikasi dan Diagnosis Gangguan Jamak pada Motor Induksi menggunakan Support Vector Machine”,. Ia mengkhususkan penelitian pada motor 3 fasa yang sering dipakai untuk industri skala besar. Manfaat deteksi dini dari gangguan mesin ini adalah dapat memperbesar efisiensi pemakaian energi dan proses produksi.

Motor 3 fasa ini merupakan pengendali utama dari mesin untuk penggerak dalam kegiatan industri. Jika terjadi gangguan pada motor induksi, mesin produksi akan terhambat kinerjanya.
Metode yang ditawarkan Dian ini memang beda dari penelitian sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan empat langkah diagnosis gangguan motor, yaitu denoising, feature calculation, feature extraction, dan classification, kali ini Dian menambahkan analisa performa klasifikasi dalam mendiagnosa gangguan motor melalui dua parameter.  Parameter pertama melalui spektrum arus, yang kedua melalui analisa vibrasi. Dari hasil penelitian, dihasilkan data bahwa parameter tersebut dapat mengidentifikasi gangguan hingga 12 kelas. Sedangkan pada penelitian sebelumnya hanya mampu mengidentifikasi 8 kelas. Dian menerangkan, “Akurasi dari parameter arus mencapai 82 persen, sedangkan melalui parameter vibrasi mencapai 77 persen. Metode ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi mesin jenis lain, dengan syarat, mesin tersebut mampu menghasilkan sinyal sebagai parameter diagnosis.”   
Ditemukannya gangguan-gangguan tersebut akan meminimalisir konsleting listrik di motor yang dapat terjadi. Gangguan ini terjadi karena adanya tegangan yang tidak seimbang, maka jika terdeteksi lebih awal, dapat segera diseimbangkan.

Selama penelitian berlangsung, Dian memang berusaha menyempurnakan penelitian sebelumnya sebagai bahan desertasinya, sehingga teknologi yang ditemukanpun terbarukan. Penelitiannya dilakukan dengan membuat dua prototype di dua tempat, yakni Laboratorium Konversi Energi ITS dan Laboratorium Elektro UDINUS, tempat Dian mengajar sebagai dosen di Fakultas Teknik.
Hasil dari penelitian ini telah diapresiasi banyak pihak, tidak hanya dari dalam negeri, namun juga di luar negeri. Tercatat sudah 5 negera yang mengundang Dian sebagai pembicara seminar dengan topik sesuai penelitiannya diatas sejak tahun 2009 hingga 2013, diantaranya Korea, Jepan, China, hingga yang terakhir di Valencia, Spanyol pada 27-31 Agustus 2013. Dian Retno Sawitri didaulat sebagai pembicara di hadapan Asosiasi Pendeteksi dan Diagnosis Gangguan Mesin di seluruh dunia.(humas)

Last Update : 19 Juni 2021