Berbagai aktivitas umat Muslim di bulan Ramadan akan mendatangkan segala berkah pahala dari Allah SWT. Untuk itu banyak kegiatan yang dilakukan oleh berbagai institusi, agar suasana Ramadan lebih hangat dan bermanfaat bagi umat Muslim di dun


SEMARANG- Prestasi membanggakan kini ditorehkan oleh kampus Udinus Semarang. Melalui pusat data dan analisisa Tempo, kampus yang beralamat di jalan Imam Bonjol dan Nakula ini dikukuhkan sebagai kampus terfavorit dengan menempati urutan ke tiga setelah Trisakti dan Gunadarma. Dengan adanya prestasi ini memberikan solusi bagi para siswa yang lulus sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Persaingan yang ketat antar perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri menjadikan Udinus sebagai alternatif  pilihan utama. Oleh karenanya kampus ini terus berbenah dalam melakukan proses belajar  untuk menghasilkan mutu pendidikan yang unggul.   Rektor Udinus , Dr Edi Noersasongko,MKom mengatakan pihaknya sangat bangga atas torehan prestasi yang diraihnya. Komitmen tinggi, kerja cerdas dan keras menjadikan Udinus menjadi seperti sekarang ini. “Ini harus disyukuri karena ini adalah proses yang tidak mudah. Diperlukan energi yang besar dengan cerdas dan keras sehingga kampus ini menjadi pilihan utama bagi siswa untuk menimba ilmu,” ujar Edi.

Lebih lanjut Edi menyampaikan, meski diakui bahwa PTN saat ini masih diminati, tetapi  kehadiran PTS yang berkualitas bisa menambah alternatif pilihan, dan Udinus memberikan solusinya. “Kami sangat menyadari masyarakat memiliki preferensi dan persepsi tersendiri dalam menilai kredibilitas suatu perguruan tinggi. Namun demikian, sebagai institusi yang sangat konsen dalam mencetak generasi penerus merasa berkewajiban untuk memberikan yang terbaik, dalam proses pendidikan tinggi,” tandasnya.

Tahun ini Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) melakukan survei pemeringkatan perguruan tinggi negeri dan swasta menurut pandangan calon mahasiswa dan orang tuanya. Hasil pemeringkatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa persepsi terhadap kualitas perguruan tinggi di dasarkan pada pengalaman dan pengetahuan mereka.  Survei perguruan tinggi ini mencakup beberapa hal, antara lain tingkat awareness masyarakat terhadap perguruan tinggi, persepsi perguruan tinggi terbaik secara nasional, serta berdasarkan tiap wilayah dan menurut jurusan/ fakultas.

Sementara itu, metode survei dilakukan dalam desain kuantitatif dengan mewawancarai sejumlah responden menggunakan alat bantu kuesioner secara terstruktur. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling, yaitu merekrut dan mewawancarai sejumlah responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Wawancara dilakukan secara tatap muka (face to face interview). Responden terbagi menjadi yakni siswa SMA kelas XII dan orang tua di tujuh kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.(*)

Last Update : 24 September 2021