Berbagai aktivitas umat Muslim di bulan Ramadan akan mendatangkan segala berkah pahala dari Allah SWT. Untuk itu banyak kegiatan yang dilakukan oleh berbagai institusi, agar suasana Ramadan lebih hangat dan bermanfaat bagi umat Muslim di dun


Kehidupan takkan lepas dengan namanya bahaya. Seiring dengan kehidupan yang terus berkembang dan maju maka akan menciptakan bahaya yang berkembang pula . Ancaman bahaya  dapat berasal dari bencana alam maupun bahaya yang disebabkan oleh manusia. Keberadaan Indonesia di ring of fire dan berada di area patahan khususnya di provinsi jawa tengah tak lepas juga dari bencana alam. Jawa tengah terdapat gunung merapi yang masih aktif pada sekarang ini.
 
Paradigma lama  penanggulangan bencana yaitu tanggap darurat setelah terjadi bencana dan semua menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja ,hal itu menjadi terasa lamban dan banyak menimbulkan korban jiwa. Merujuk pada pengalaman yang sering dirasakan maka diubahlah paradigma baru penanggulangan bencana dalam UU 24 tahun 2007 dimana yang dahulunya tanggap darurat setelah bencana diubah menjadi pengurangan resiko setelah becana dan menjadi tanggung jawab semua pihak .
 
Pada seminar tentang penanggulangan bencana alam tanggal 27 november 2012 ,yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil tema “Kesadaran Masyarakat Dalam Pengurangan Resiko Bencana”. Digelar di Auditorium Gedung E UDINUS, acara tersebut mendatangkan 2 pembicara yaitu bapak M.natsir Noor Effendy,SH,M.Si dan Ibu Rudatin Ruktiningsih. Beliau berdua memaparkan  tentang  yang terjadi di provinsi Jawa Tengah karena jawa tengah menjadi supermarket bencana dan menjelaskan peran serta mahasiswa dalam upaya pengurangan resiko bencana. Dalam UU no 24 tahun 2007 bab 1 pasal 1 angka 1 penyebab bencana  dibagi menjadi 3 ,bencana disebabkan oleh alam, non alam dan faktor manusia. Dari bencana itu menyebabkan banyak korban jiwa, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda tak terkecuali dampak psikologis. Diisela-sela pemaparan materi ibu Rudatin Ruktiningsih mengatakan bahwa banyak sekali yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengurangi resiko bencana salah satunya melakukan budaya bersih dan pengurangan sampah dilingkungan masing-masing dan melakukan penanaman pohon untuk mengurangi polusi udara . Disaat menyampaikan materi tentang kesadaran masyarakat dalam pengurangan resiko bencana bapak M.natsir Noor Effendy,SH,M.Si tak lupa untuk menyisipkan lelucon-lelucon sedikit supaya pendengar tidak merasa bosan.
 
Di akhir acara bapak Sudarsono A.S menyampaikan pesan untuk mahasiswa –mahasiswa supaya mahasiswa membentuk jaring komunikasi seluas-luasnya diharapkan jika terjadi darurat dapat terkoordinir satu dengan lainnya, membuat himbauan himbauan untuk dapat disebarkan masyarakat dan jangan takut untuk mengkritik siapapun secara positif tanpa harus melakukan demo anarkis.
 

Reporter : Alexander Devanda UKM Pers Kampus WARTADINUS

Last Update : 17 September 2021